Daisypath Friendship tickers

Friday, November 5, 2010

banjir di mata, kemarau di hati

basah akhirnya dua kelopak ini
tubir tak mampu lagi menampung airnya
darah jernih itu, mengalir tanpa simpati
sejuk, dinginnya menggigit pipi
yang dari tadi hilang seri, setelah taufan berdering kejam
banjir juga daerah ini hari ini,
setelah ia kering beberapa hari..

gersang akhirnya segumpal darah ini
dinding tak mampu lagi menahan perihnya
angin hangat itu, bertiup tanpa mengerti
sakit, pedihnya menampar dada
yang dari tadi menahan debar, setelah taufan bertiup ganas
kemarau juga hati ini hari ini,
setelah ia basah beberapa hari..

aku menangis hari ini, setelah aku tersenyum berhari-hari
dan aku terluka hari ini, setelah aku sembuh berhari-hari

salah siapa aku menangis, bukan kamu
salah siapa aku terluka, juga bukan kamu

telah diperingat buatku, tidak aku endah
menyimpan harap padamu, umpama menyerah hati,
untuk terus dilukai..

kini aku perlu pilih,
berlalu terus
atau
menunggu terus,
pilihanku...



No comments: